Kehilangan Bola 45 Kali, Alexander-Arnold Bukan Lagi Bek Kanan Terbaik Dunia?

Kehilangan Bola 45 Kali, Alexander-Arnold Bukan Lagi Bek Kanan Terbaik Dunia?

Gilabola.com – Bek sayap Liverpool Trent Alexander-Arnold bisa dibilang bersalah atas kekalahan terbaru timnya di tangan Leicester City karena dia terlalu sering kehilangan bola musim ini, bahkan terbanyak di semua kompetisi elit Eropa musim ini.

Trent Alexander-Arnold sempat banyak dipuji sebagai bek kanan terbaik dunia usai penampilan yang mengesankan untuk membantu Liverpool menjuarai Liga Champions 2019 dan memenangkan Liga Inggris untuk pertama dalam 30 tahun dengan menjuarai Premier League pada 2020.

Sayang seiring dengan degradasi performa skuad asuhan Jurgen Klopp musim ini, yang musim lalu memenangi 70 poin dari 24 laga dan musim ini hanya mendapatkan 30 poin, bek kanan internasional Inggris juga mengalami kemerosotan performa yang mengkhawatirkan.

Terbaru Trent Alexander-Arnold mendapatkan sorotan usai kekalahan 3-1 Liverpool dari Leicester City di King Power Stadium pada Sabtu (14/2) malam WIB, dengan bek berusia 22 tahun itu kehilangan bola sebanyak 45 kali dari 128 sentuhan (35,2 persen), mengalahkan rekornya sendiri dengan 39 kali kehilangan bola dari 119 sentuhan (32,8 persen) dalam kekalahan kandang melawan Burnley.

Kini tak ada satu pemain di liga elit Eropa yang kehilangan bola lebih banyak ketimbang Trent Alexander-Arnold dalam satu pertandingan, dengan memiliki setidaknya 100 sentuhan pada bola.

Bek internasional Inggris itu sebenarnya menyadari kekurangannya pada musim ini, mengakui performanya menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ketika ditanya oleh Sky Sports apakah dia tampil dengan standar tinggi yang dia tetapkan untuk dirinya sendiri, bek kanan itu berkata, “Saya? Tidak.”

Baca:  Liverpool Dapat Kabar Baik Jelang Tandang ke Atalanta

“Ada saat-saat di musim ini saya merasa seperti saya tidak bermain cukup baik. Baru-baru ini saya mencoba untuk kembali ke ritme yang saya bicarakan sebelumnya dari sudut pandang pribadi. Belakangan saya kesulitan menemukan kembali ritme permainan saya. Saya hanya ingin mencoba membuat sesuatu terjadi untuk tim dan tampil sebaik mungkin untuk membantu kami memenangkan pertandingan.”

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, juga mengkhawatirkan performa pemain berusia 22 tahun itu selama beberapa waktu dan baru-baru ini mendesaknya untuk mencari solusi sebagaimana yang dilakukan Steven Gerrard di awal waktunya di Anfield.

“Kami terlalu mudah lupa bahwa Trent Alexander-Arnold baru berusia 22 tahun,” kata eks The Reds itu kepada Telegraph. “Trent bisa berbuat lebih buruk dan dia perlu melakukan panggilan pribadi dengan Steven Gerrard untuk meminta nasihat.”

“Saya ingat betul bagaimana Stevie mengatasi sedikit penurunan setelah awal-awal waktunya di tim utama Liverpool dan dia dipandu kembali ke performa terbaiknya setelah beberapa penurunanya. Itu terjadi dan berjalan baik.”