Penyesalan Koeman, Matthijs De Ligt Bermain Bagi Juventus, Bukan Barcelona

Penyesalan Koeman, Matthijs De Ligt Bermain Bagi Juventus, Bukan Barcelona

Bola Gila – Manajer Ronald Koeman mengakui bahwa Matthijs de Ligt adalah penyesalan terbesar untuknya, karena mantan timnya di tim nasional Belanda bermain untuk Juventus, dan bukan Barcelona yang dia latih saat ini.

Barcelona akan menghadapi Juventus pada laga terakhir fase grup Liga Champions, Rabu (8/12), di Camp Nou, untuk menentukan siapa yang berhak memuncaki Grup G.Bianconeri membutuhkan setidaknya tiga gol tanpa balas untuk menggusur tim tersebut. Blaugrana.

Sayangnya, raksasa Catalonia akan datang ke pertandingan ini dengan bermodal kekalahan 2-1 dari Cadiz di Liga Spanyol, yang merupakan kekalahan dalam empat dari 10 pertandingan, terpaku di peringkat 9 klasemen.

Tetapi di Liga Champions mereka luar biasa, memenangkan semua lima pertandingan grup mereka, termasuk kemenangan 0-2 di Juventus, ketika juara Italia itu tanpa Cristiano Ronaldo.

Berita Sepak Bola Terbaru:
Koeman menyayangkan, Matthijs De Ligt bermain untuk Juventus, bukan Barcelona
Inter Milan tanpa Arturo Vidal dalam pertandingan hidup dan mati melawan Shakhtar Donetsk
Duh Gawat, Man Utd tanpa Anthony Martial dan Edinson Cavani melawan Leipzig
Masa depan Paul Pogba di Manchester United sudah berakhir!

"Target kami adalah menang dan mengamankan tempat pertama dalam grup," kata ahli taktik Belanda itu pada konferensi pers. "Kami tanpa Ansu Fati dan [Ousmane] Dembele. Besok kita akan menjalani satu sesi latihan terakhir dan kemudian kita akan merilis daftar skuad. Kami akan membentuk tim yang kuat karena kami ingin menang. "

Dalam pertemuan melawan Juventus kali ini, Koeman akan dipertemukan dengan para pemainnya di timnas Belanda, Matthijs de Ligt. Manajer berusia 57 tahun itu pun mengaku menyayangkan melihat bek berusia 21 tahun itu tidak bermain untuk Barcelona di Camp Nou.

Baca:  Atalanta Catatkan Rekor yang Ingin Dilihat Musuh-musuh Liverpool

“Saya mengenalnya dengan baik, dia memiliki pengalaman meskipun dia masih muda. Dia bisa menjadi yang terbaik di dunia, dia juga orang yang baik. Dia ingin berkembang setiap hari. Sayang sekali dia bermain untuk Juventus dan bukan untuk Barcelona, ​​bahkan sebelum saya datang ke sini. "

Barcelona memang mencoba merekrut bek Belanda itu pada musim panas 2019 ketika mereka mencari pengganti jangka panjang Gerard Pique, tetapi Juventus mengakhiri kesepakatan dengan kapten Ajax, yang menandatangani kontrak lima tahun dengan raksasa liga Italia itu.